Melalui jaringan backlink yang kami miliki merupakan penyedia jasa backlink menerima berbagai backlink Indonesia dengan layanan jasa backlink murah yang kami kelola secara manual dan profesional. Kami menawarkan jasa backlink terbaik. Bagaimana cara membeli backlink dari kami?. Silahkan 👉 Hubungi Kami! harga sangat terjangkau!

01. Backlink Indonesia 26. Iklan Maluku Utara
02. Backlink Termurah 27. Iklan Nusa Tenggara Barat
03. Cara Membeli Backlink 28. Iklan Nusa Tenggara Timur
04. Iklan Aceh 29. Iklan Online Indonesia
05. Iklan Bali 30. Iklan Papua
06. Iklan Bangka Belitung 31. Iklan Papua Barat
07. Iklan Banten 32. Iklan Riau
08. Iklan Bengkulu 33. Iklan Semesta
09. Iklan Dunia 34. Iklan Sulawesi Barat
10. Iklan Gorontalo 35. Iklan Sulawesi Selatan
11. Iklan Internet 36. Iklan Sulawesi Tengah
12. Iklan Jakarta 37. Iklan Sulawesi Tenggara
13. Iklan Jambi 38. Iklan Sulawesi Utara
14. Iklan Jawa Barat 39. Iklan Sumatra Barat
15. Iklan Jawa Tengah 40. Iklan Sumatra Selatan
16. Iklan Jawa Timur 41. Iklan Sumatra Utara
17. Iklan Kalimantan Barat 42. Iklan Terbaru
18. Iklan Kalimantan Selatan 43. Iklan Yogyakarta
19. Iklan Kalimantan Tengah 44. Jaringan Backlink
20. Iklan Kalimantan Timur 45. Jasa Backlink
21. Iklan Kalimantan Utara 46. Jasa Backlink Murah
22. Iklan Kepulauan Riau 47. Jasa Backlink Terbaik
23. Iklan Lampung 48. Jasa Backlink Termurah
24. Iklan Link 49. Media Backlink
25. Iklan Maluku 50. Raja Backlink

Kami jaringan backlink sebagai media backlink bisa juga menerima content placement yakni jasa backlink termurah kami di dalam artikel. Pesan segera jasa backlink termurah ini. Karena kami adalah raja backlink yang sebenarnya!

Tampilkan postingan dengan label Biologi Molekuler. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biologi Molekuler. Tampilkan semua postingan

Prinsip Kerja dari Ekstraksi DNA

1. Preparasi sel/jaringan
Darah  yangdigunakan leukositnya, eritrosit dilisiskan dan dibuang. Secepatnya diekstraksi untuk mendapat hasil optimal,leukosit disimpan sebaiknya pada suhu 4 derajat C, penyimpanan yang lama (> 1 bulan) akan menurunkan hasil ekstraksi, volume 3 � 5 ml whole blood.
Jaringan yang diambil secepatnya diekstraksi. Penyimpanan jaringan  pada suhu -80 derajat. Jaringan yang disimpan dalam paraffin blok sulit untuk diekstraksi.

 2. Lisis membran sel/organella (nukleus)
Senyawa yang digunakan untuk melisiskan membran yaitu  Phenol : senyawa yang sangat kuat untuk melisiskan membran, tetapi toksik. Selain itu digunakan Guanidine isothicyanate : tidak toksik, digunakan sebagai pengganti phenol

3. Denaturasi senyawa organik
Untuk medenaturisasi protein yang ada digunakan senyawa Kloroform : paling banyak digunakan karena prosedur sederhana, murah, mudah diperoleh. Selain kloroform juga digunakan Proteinase K untuk  denaturasi protein tetapi  perlu inkubasi.

4. Presipitasi DNA
Digunakan senyawa Isopropanol dengan volume 1:1, atau Ethanol absolut dan sodium asetat 1:10

5. Pencucian/washing
Pencucian sisa senyawa mengunakan  Ethanol 70%
Metode-metode yang digunakan dalam ekstraksi  DNA
1. Phenol:chloroform
Mengunakan senyawa Phenol-choloroform-isoamyl alcohol, Metode standard untuk ekstraksi DNA,Akhir-akhir ini ditinggalkan, karena sifat toksik phenol
2. Salting Out
Menggunakan garam konsentrasi tinggi (NaCl 6 M), untuk medenaturisasi protein menggunakan Proteinase K untuk denaturasi protein
3. Guanidine isothiocyanate
Metode ini lebih cepat dibanding dua metode sebelumnyaThiocyanate bersifat toksik, untuk lisis dinding sel , Memerlukan chloroform untuk denaturasi protein.
4. Silica Gel
Silica gel dapat mengikat DNA dengan perantaraan garam/buffer tertentu (NaI), Cepat, tetapi recovery DNA kurang.  

Pengukuran kualitas DNA
Kualitas DNA yaitu utuh, tidak putus-putus, konsentrasinya tinggi dan tidak banyak terkontaminasi protein.  Menentukan kualitas DNA dengan Spektrofotometer pada panjang gelombang 260 nm (protein 280 nm; DNA baik apabila pengukuran pada 260:280 = 1,7 � 1,9). Satu OD = 50 ng DNA. Dilihat dengan elektroforesis, band yang tebal secara kualitatif menunjukkan DNA yang bagus

Penyimpanan DNA
DNA disimpan dalam TE buffer (tris-hydroxymethyl amino methana � EDTA), Disimpan � 80 derajat bisa tahan bertahun-tahun. Untuk kerja, sebaiknya disiapkan DNA yang sudah diencerkan menjadi 100 ng/mikroliter.  Freezing � thawing berulang dapat meyebabkan kerusakan DNA.


Pengertian Major Histocompatibility Complex (MHC)

Major Histocompatibility Complex (MHC) adalah molekul protein yang berguna untuk tempat mengenali fragmen antigen, merupakan seluruh kompleks aloantigen yang terdapat pada permukaan sel manusia. Aloantigen adalah antigen yang dapat dikenali oleh antiserum pada permukaan sel dari individu lain. HLA adalah MHC pada manusia yang merupakan region genetik luas yang menyandi molekul MHC-I, MHC-II dan protein lain. Ekspresi MHC disandi oleh gen pada kromosom 6.
Ada 3 kelas MHC yaitu MHC kelas I, MHC kelas II dan MHC kelas III. Dimana MHC kelas I dan MHC kelas II digunakan untuk mengenali antigen

Proses Degradasi (Pemrosesan dan Presentasi) Antigen
Antara lain ada 3 cara antigen diproses dan di presentasikan :
1.    Protein asal pathogen ekstraseluler dipecah, diproses melalui jalur eksogen
2.  Protein yang diproduksi endogen (self-protein dan protein virus) diproses melalui jalur endogen
3.    Lipid dan derivatnya diproses seperti protein ekstraselluler dan endosom, bersama CD1, molekul serupa MHC dan dipresentasikan ke sel negative ganda atau sel T CD8 yang sering memiliki reseptor ?d.
Perbedaan Presentasi Antigen Pada Mhc Kelas I Dan Mhc Kelas Ii
Mhc Kelas I :      
1.    Struktur MHC kelas I
a.    Tersusun dari 2 rantai yaitu: rantai a: a1,a2,a3 dan rantai �2-mikroglobulin
b.    Mempunyai 1 molekul transmembran yang menembus membran sel APC
c.    Pada proses sintesisnya, sisi pengikatan Ag  tidak ditempati oleh molekul penghalang
2.    MHC I berikatan dengan sel T CD 8
3.    Menggunakan TAP ( Transporter Antigen Protein)  sebagai chemoattractant
4.    Mempresentasikan Ag intraseluler, ukuran fragmen peptida 8-10 asam amino, sehingga fragmen antigen virus dipresentasikan oleh MHC kelas I
5.    Enzim yang berperan dalam pembentukan peptide adalah proteosom sitosolik.
6.    Tempat pepide berikatan dengan MHC adalah di reticulum endoplasma
7.    Dipresentasikan oleh semua sel berinti. Sel menjadi tidak terdeteksi oleh sel NK, sehingga dapat menghentikan aktivitas sel NK,
8.    Diekspresikan pada sel hematopoietik

MHC kelas II :      
1.    Struktur MHC kelas II
a.    Tersusun dari 2 rantai yaitu rantai a : a1,a2, dan rantai  : 1 ,2
b.    Mempunyai 2 molekul  transmembran yang menembus membran sel APC
c.    Pada proses sintesisnya, sisi pengikatan Ag ditempati oleh molekul penghalang: Li dan CLIP, diperlukan HLA-DM untuk melepaskan CLIP dari  ikatanya sehingga dapat ditempati oleh fragmen peptide antigen.
2.    MHC II berikatan dengan sel T CD 4
3.   Mempresentasikan Ag ekstraseluler, dengan ukuran fragmen peptida lebih dari 13 asam amino sehingga fragmen bakteri akan dipresentasikan oleh MHC II
4.    Enzim yang berperan dalam pembentukan peptide adalah protease endosom dan lisosom (misalnya katepsin)
5.    Tempat peptide berikatan dengan  MHC di kompartemen khusus dalam vesikel
6.    Dipresentasikan oleh sel dendritik, makrofage dan lymposit B.
7.    Diekspresikan pada sel  hematopoietik dan sel stromal pada timus


Persamaan Presentasi Antigen Pada Mhc Kelas I Dan Mhc Kelas Ii
1.      Sama-sama dipresentasikan di permukaan APC
2.      Setiap MHC hanya mampu mengikat satu fragmen antigen pada satu waktu
3.      Fragmen antigen yang dipresentasikan hanya rantai asam amino
Peptida ditempatkan pada MHC saat berada di intraseluler

Sumber : Garland Science - Book: Janeway's Immunobiology


Peran dan Manfaat Besi di Dalam Tubuh

Besi dengan singkatan Fe (Ferro) di dalam tubuh terdapat sebagai komponen hemoglobin, myoglobin, dan cytochrome, terdapat juga pada enzim katalase dan peroksidase pada komponen- komponen tersebut besi sebagai porphyrin. Besi adalah unsur mikro (trace element) yang berperan penting dalam proses metabolisme tubuh yang berperan dalam tubuh pada proses respirasiseluler. Besi yang tersisa didalam tubuh berikatan dengan protein, sebagai protein penyimpan (dalam bentuk ferritin dan hemosiderin) dan bentuk transport (dalam bentuk transferin).


Manfaat Besi dalam Tubuh
1.    Peran senyawa yang mengandung besi didalam tubuh yaitu :
2.    Dalam  pengangkutan (carrier) O2 dan CO2,
3.    Pembentukkan sel darah merah,
4.    Sebagai katalisator pembentukkan betakaroten menjadi vitamin A,
5.    Sintesis collagen,
6.    Sintesis DNA,
7.    Detoksifikasi zat racun pada hepar,
8.    Transport elektron pada mitokondria, 
9.    Proliferasi dan aktivasi dari sel T, sel B dan sel NK.

Jumlah Besi di Dalam Tubuh
Jumlah besi dalam kompartemen tubuh yaitu dalam bentuk transferin 3-4 mg, hemoglobin dalam sel darah merah 2500 mg, dalam bentuk mioglobin dan berbagai enzim 300 mg, disimpan dalam bentuk feritin dan dalam bentuk hemosiderin 1000 mg. Tidak ada jalur fisiologis untuk pengeluaran Fe dari tubuh, sehingga absorbsi diatur secara ketat melalui duodenum proksimal. Pada keadaan normal tubuh akan kehilangan 1 mg besi per hari dan akan digantikan melalui absorpsi.

Absorbsi/ penyerapan besi akan meningkatkan bila dikomsumsi bersama dengan asam Askorbat (vitamin C ) yang banyak terdapat pada buah-buahan tertentu.

Faktor penghambat absorbsi besi diantaranya adalah pytat, besi berikatan pada senyawa fenolik (kopi, teh, sayuran tertentu, bumbu tertentu), magnesium dan kalsium ( misalnya dalam susu dan keju). Dalam diet sebagai besi heme (Fe3+) yang berasal dari hewani dan besi non heme (Fe2+) yang berasal dari nabati. Besi diabsorbsi dalam bentuk Fe2+, reduksi Fe3+ menjadi Fe2+ oleh enzim ferireduktase. Enterosit di duodenum proksimal berperan dalam absorbsi Fe. Besi diangkut dalam tubuh adalah dalam bentuk transferin. Konsentrasi Transferin dalam plasma sekitar 300 mg/dL.

Mekanisme absorbsi / penyerapan besi dalam tubuh adalah sebagai berikut :
1.    Intake besi dari diet dalam bentuk besi heme atau non heme yang penyerapannya diatur secara ketat pada duodenum proximal sehingga tubuh hanya kehilangan besi 1 mg/hari yang pengaturannya lewat absorpsi.
2.    Besi dalam bentuk Ferri (Fe3+) direduksi menjadi bentuk ferro (Fe2+) oleh ferireduktase yang terdapat pada permukaan enterosit. Enterosit terdapat pada permukaan duodenum proximal yang berperan untuk penyerapan besi. Adanya Vitamin C dalam diet mempermudah reduksi ferri menjadi ferro. Kemudian besi ferro diangkut kedalam enterosit menggunakan divalent metal transporter (DTM1).
3.    Besi dalam bentuk heme ( Ferro ) dibawa oleh pengangkut heme yang disebut Heme Transport (HT) ke dalam enterosit dan oleh Heme Oksidase (HO) , Fe2+ dibebaskan dari heme.
4.    Besi dalam enterosit, kemudian sebagian disimpan dalam bentuk ferritin dan sisanya berikatan dgn Feroportin (FP) untuk dibawa menembus membran basolateral.
5.    Feroportin (FP) dapat berikatan dengan Hephaestin ( serupa dengan Ceruloplasmin ) yang memiliki aktifitas feroksidase untuk dibawa ke aliran darah.
6.    Didalam plasma Hephaestin akan mengubah besi dalam bentuk ferro menjadi ferri yang kemudian berikatan dengan transferin yang merupakan protein pengangkut besi dalam plasma darah. 

Besi yang bebas tadi akan digunakan oleh sel / jaringan. Terdapat dua kelompok pemakaian besi, yaitu kelompok fungsional (80 %) : hemoglobin, myoglobin, sumsum tulang, dan enzim. Kelompok kedua yaitu kelompok cadangan (20%), disimpan dalam bentuk ferritin dan hemosiderin. Pada kondisi normal feritin menyimpan besi yang dapat diambil kembali untuk digunakan sesuai kebutuhan. 
Kekurangan besi dan Kadar Besi Normal di Dalam Tubuh Akibat defisiensi / kekurangan besisebagian besar akan menyebabkan anemia normositik hipokrom.
Tanda-tanda lain adalah :
         Terganggunya pembentukan eritrosit,
         Terganggunya produksi kolagen, dan
    Menurunnya pembentukan sel T, sehingga menyebabkan terganggunya respons lymposit terhadap mutagen dan antigen.
Kadar besi di dalam tubuh pada kondisi normal  nilai rata-rata besi didalam serum darah adalah 65 � 175 �g besi /100 ml serum.




Belajar Tentang Elektroforesis

A.    Pengertian Elektroforesis
Banyak molekul biologis seperti asam amino, peptida, protein, nukleotida dan asam-asam nukleat memiliki gugus yang dapat engion sehingga bermuatan listrik, baik sebagai kation (+) atau anion (-). Bahkan senyawa yang non polar seperti karbohidrat dapat diberi muatan dengan derivatisasi misalnya sebagai senyawa fasfat.
Elektroforesis merupakan proses bergeraknya molekul bermuatan pada suatu medan listrik. Kecepatan molekul yang bergerak pada medan lisrtik tergantung pada muatan, bentuk dan ukuran. Posisi molekul yang terseparasi pada gel dapat di deteksi dengan pewarnaan atau autoradiografi, atau pun dilakukan kuantifikasi dengan densitometer.
Banyak molekul biologi bermuatan listrik yang besarnya tergantung pada pH dan komposisi medium dimana molekul biologi tersebut terlarut. Bila berada dalam suatu medan listrik, molekul biologi yang bermuatan positif akan bermigrasi keelektroda negative dan sebaliknya. Prinsip inilah yang dipakai dalam elektroforesis untuk memisahkan molekul-molekul berdasarkan muatanya. Oleh karena partikel sol bermuatan listrik, maka partikel ini akan bergerak dalam medan listrik. Pergerakan ini disebut elektroforesis. Jika sistem koloid bermuatan negative, maka partikel itu akan menuju elektrode positif
Elektroforesis adalah teknik pemisahan komponen atau molekul bermuatan berdasarkan perbedaan tingkat migrasinya dalam sebuah medan listrik . Medan listrik dialirkan pada suatu medium yang mengandung sampel yang akan dipisahkan. Teknik ini dapat digunakan dengan memanfaatkan muatan listrik yang ada pada makromolekul, misalnya DNA yang bermuatan negatif. Jika molekul yang bermuatan negatif dilewatkan melalui suatu medium, kemudian dialiri arus listrik dari suatu kutub ke kutub yang berlawanan muatannya maka molekul tersebut akan bergerak dari kutub negatif ke kutub positif. Kecepatan gerak molekul tersebut tergantung pada nisbah muatan terhadap massanya serta tergantung pula pada bentuk molekulnya. Pergerakan ini dapat dijelaskan dengan gaya Lorentz, yang terkait dengan sifat-sifat dasar elektris bahan yang diamati dan kondisi elektris lingkungan:
Fe = qE
F adalah gaya Lorentz, q adalah muatan yang dibawa oleh objek, E adalah medan listrik.
Secara umum, elektroforesis digunakan untuk memisahkan, mengidentifikasi, dan memurnikan fragmen DNA.
            Pergerakan molekul terutama tergantung di muatan yang ada pada permukaan partikel, tanda dan besarnya muatan pembawa oleh variasi group ionogenik. Tergantung kepada kekuatan molekul listrik dan pH dari medium dalam mengkateristik, sehingga pemisahan molekul dapat terjadi karena efek seleksi dan medium yang sesuai.
B.     Jenis Elektroforesis
1.      Elektroforesis kertas adalah jenis elektroforesis yang terdiri dari kertas sebagai fase diam dan partikel bermuatan yang terlarut sebagai fase gerak, terutama ialah ion-ion kompleks. Pemisahan ini terjadi akibat adanya gradasi konsentrasi sepanjang sistem pemisahan. Pergerakan partikel dalam kertas tergantung pada muatan atau valensi zat terlarut, luas penampang, tegangan yang digunakan, konsentrasi elektrolit, kekuatan ion, pH, viskositas, dan adsorpsivitas zat terlarut.
2.      Elektroforesis gel ialah elektroforesis yang menggunakan gel sebagai fase diam untuk memisahkan molekul-molekul. Awalnya elektoforesis gel dilakukan dengan medium gel kanji (sebagai fase diam) untuk memisahkan biomolekul yang lebih besar seperti protein-protein. Kemudian elektroforesis gel berkembang dengan menjadikan agarosa dan poliakrilamida sebagai gel media.
C.    Medium Pendukung
Elektroforesis untuk makromolekul memerlukan medium pendukung untuk mencegah terjadinya difusi karena timbulnya panas dari arus listrik yang digunakan. Gel poliakrilamid dan agarosa merupakan medium pendukung yang banyak dipakai untuk separasi protein dan asam nukleat. Efek penguapan juga dapat diturunkan minimal jika elektroforesis dilakukan di medium pendukung yang dicelupkan dengan larutan buffer. Pemisahan sempurna suatu campuran dapat terjadi efektif dalam zona tertentu.
Meskipun medium pendukung relatif stabil (inert), komposisinya mungkin akan menyebabkan penyerapan, migrasi elektron (elektro osmosis) atau penyaringan berdasarkan ukuran molekulnya, yang kesemuanya mempengaruhi kecepatan gerak senyawa.
1.      Cellulose asetat
Bahan ini menunjukan penyerapan minimal dan pemisahan yang jelas dari campuran dalam zona yang terpisah jelas. Oleh karena itu, komponen mudah dipisahkan dengan hasil yang baik. Bahan dengan jumlah sangat kecil memerlukan waktu pemisahan sempurna hanya satu jam, dibandingkan dengan elektroforesis kertas yang memerlukan waktu 1 malam.
Selulosa asetat kurang suka air daripada kertas sehingga buffer yang diserap juga lebih sedikit, sehingga pemisahan lebih baikdalam waktu lebih pendek. Dengan sedikitnya buffer yang terikat dalam keadaan arus tetap atau voltase tetap, akan terjadi panas yang lebih banyak.
Keuntungan lain adalah selulosa asetat tembus cahaya sehingga setelah pemisahan, dan pengecatan dapat dicuci dengan pembersih. Selulosa lebih sering dipakai untuk pemisahan protein darah termasuk glikoprotein, lipoprotein dan hemoglobin. 
2.      Larutan Buffer
Larutan buffer (penyangga) ini menstabilkan pH medium pendukung. Buffer juga dapat mempengaruhi kecepatan gerak senyawa karena beberapa hal, yaitu :
-          Komposisi
Buffer harus tidak mengikat senyawa yang dipisahkan karena akan mempengaruhi kecepatan gerak. Buffer borat dipakai untuk memisahkan karbohidrat, karena dapat membentuk gabungan yang bermuatan listrik dengan karbohidrat.
-          Konsentrasi
Dengan naiknya kekuatan ion buffer, jumlah arus listrik yang terbawa meningkat dan bagian aliran yang dibawa sampel menurun, sehingga memperlambat geraknya. Kekuatan ion tinggi dalam buffer akan meningkatkan arus keseluruhan sehingga panas juga meningkat, biasanya dipilih 0,05 -0,10M.
-          pH
Tingkat ionisasi asam-asam organik akan bertambah apabila pH bertambah, sebaliknya untuk basa-basa organik,oleh sebab itu tingkat kecepatan geraknya juga terpengaruh oleh pH. Kedua pengaruh dapat terjadi pada senyawa seperti asam aminoyang memiliki sifat asam dan basa.

3.      Medan elektrik
Apabila voltase diberikan diantara dua elektroda, arus ditentukan oleh tahanan dalam medium.
-          Voltase
Apabila jarak antara dua elektroda adalah 1 meter dan perbedaan potensial antara keduanya adalah V volt sehingga gradient potensialnya adalah V/1m. Kenaikan gradient potensial akan menyebabkan kecepatan gerak ion.
-          Aliran listrik
Arus aliran listrik dalam larutan antara dua elektroda disebabkan umumnya oleh ion buffer dan sedikit oleh ion dalam sampel. Kenaikan voltase akan meningkatkan jumlah muatan yang dipindahkan setiap detik kearah elektroda. Jarak yang ditempuh ion akan sebanding dengan  waktunya.
-          Tahanan
Medium elektroforesa menimbulkan pada aliran ion sebanding dengan jenis medium, jenis buffer dan konsentrasinya. Tahanan akan meningkat dengan bertambahnya jarak antara elektroda, namun berkurang dengan bertambahnya luas permukaan elektroda dan konsentrasi ion dalam buffer.

4.      Peralatan Elektroforesis
Alat elektroforesis terdiri dari dua bagian, yaitu bagian tenaga listrik dan elektroforesa. Bagian tenaga listrik menyediakan arus listrik searah yang stabil dilengkapi pengatur voltase maupun arus. Voltase rendah meliputi keluaran 0-500 V dan 0-150 A dengan voltase konstan atau arus konstan. Bagian elektroforesa terdiri dari elektroda, cadangan buffer dan pendukung medium elektroforesa dan tutup tembus pandang. Elektroda dapat dari stainless steel, tetapi adanya buffer dapat menyebabkan kerak, maka  elektroda platina lebih baik.
Dua wadah buffer masing-masing dibagi menjadi dua bagian yang saling berhubungan, satu tempat elektroda dan yang lain medium pendukung berhubungan dengan buffer. Ruang terpisah diperlukan supaya perubahan pH pada elektroda tidak mempengaruhi buffer yang menjenuhi medium.
5.      Aplikasi
Elektroresis voltase rendah dapat digunakan untuk pemisahan molekul besar    (BM > 1000) seperti peptide, protein dan asam nukleat. Pemisahan semalaman untuk komponen dengan berat molekul kecil sering memuaskan karena difusi berlebih, jadi komponen seperti asam amino lebih baik pada voltase tinggi.
Aplikasi elektroforesis banyak digunakan pada kesehatan dan Biokimia klinik, seperti analisa protein serum untuk mengetahui komponen yang abnormal dan perubahan rasio albumin dan globulin pada suatu penyakit.




close
Jadi Agen Iklan